Travel Blog

Masukkan jumlah pembelanjaan Anda bulan ini

Travel Blog / Traveling / Pack Easy, Travel Light


Traveling 13 / 06 / 2017

Pack Easy, Travel Light

Diposkan oleh : Administrator

Oleh: Murni Amalia Ridha

 

Dulu, sewaktu sedang dalam perjalanan, saya sering menyesal karena telah membawa beberapa barang yang ternyata tak digunakan sama sekali. Keluhan “Aduh, makan tempat banget! Padahal kalau ini tidak bawa, tas bisa lebih ringan dan bisa bawa lebih banyak oleh-oleh” sering saya batin.

Namun, seiring waktu, saya banyak belajar dari pejalan-pejalan andal soal bagaimana menghitung barang serta menghemat bawaan. Berikut beberapa tip berkemas yang mudah dan praktis agar Anda bisa melangkah ringan selama jalan-jalan.  

 

1. Realistis! Bawa yang Dibutuhkan Saja.

Rasanya ingin bawa isi satu lemari agar punya banyak pilihan barang dan siap sedia di segala kemungkinan dan kesempatan. Kenyataannya, membawa barang lebih hanya menambah beban dan belum tentu juga digunakan. Jika kegiatan yang akan dilakukan selama jalan-jalan banyak, jangan membawa lebih dari satu buku. Kalau Anda kutu buku, pertimbangkan untuk memiliki kindle. Dengan satu perangkat, Anda bisa membawa ratusan bahkan ribuan buku.

 

Jika akan banyak berjalan kaki, bawalah sepatu yang nyaman digunakan untuk berjalan dalam waktu lama. Realistis dalam memilih barang bawaan akan membantu mengurangi beban di perjalanan.

 

Satu tas saja cukup 

2. Satu Tas Saja Cukup.

Apa pun yang terjadi, batasi bawaan dengan berkomitmen ‘harus cukup dalam satu tas’. Membawa banyak tas hanya membuka peluang menambah beban yang tidak perlu. Jika harus membawa dua, selain koper, bawalah satu tas untuk barang-barang penting seperti laptop, dompet, dan telepon genggam, yang akan selalu menempel di badan.

 

3. Maksimalkan Fungsi Tempat Kacamata, Wadah Pil, ataupun Kaleng Permen.

Kreativitas diperlukan dalam berkemas. Simpan kabel-kabel gawai, seperti ponsel, iPod, powerbank, kamera di dalam tempat kacamata atau tempat pensil agar tak berantakan. Agar tak kusut, khusus untuk headset/earphone, gulung dan simpan dalam kaleng permen mint yang berbentuk bundar. Sedangkan agar aksesori Anda tak tercecer dan tersamar sewaktu pemeriksaan, maksimalkan kegunaan wadah pil/obat. Khusus kalung, masukkan rantainya ke sedotan agar tak kusut!

 

4. Kemas Pakaian Dalam Secara Terpisah

Untuk pakaian dalam, kemaslah secara terpisah. Bila ingin praktis, gunakan plastic ziplock yang kedap udara sehingga ia bisa mampat. Selain ringkas, rapi, dan memudahkan pencarian ketika Anda membutuhkannya, plastik ini juga bisa berfungsi sebagai wadah untuk merendam pakaian dalam sewaktu Anda mencuci.

 

5. Pilih Pakaian Berbahan Tepat dan Mudah Dipadupadankan

Teknologi tidak hanya menguasai perangkat elektronik, tetapi juga merambah ke pakaian. Pilihlah pakaian yang menggunakan teknologi AIRism atau Heat-Tech agar bisa sesuai di segala cuaca. Pakaian berlabel AIRism, selain terasa adem di badan, juga menahan bau sehingga tidak apek. Sedang yang Heat-tech atau termal clothing mengirimkan hangat ke tubuh ketika cuaca sedang dingin. Yang menyenangkan lagi, pakaian yang menerapkan teknologi ini tetap modis,  tipis, dan ringan sehingga selain praktis, Anda pun tetap gaya di perjalanan. Bahkan, saat ini sudah ada jaket musim dingin yang bisa dikemas kecil dan tak memakan tempat!

 

Kenapa harus bawa yang 600 ml kalau kita hanya membutuhkan 100 ml?

6. Kemas Produk Mandi dan Perawatan Tubuh dalam Botol-botol Kecil.

Tidak jarang kulit kita hanya cocok terhadap produk perawatan tubuh tertentu sehingga rasanya berat hati meninggalkan produk-produk tersebut di rumah. Pindahkan sebagian produk perawatan tumbuh favoritmu ke botol-botol kecil beragam ukurannya yang sudah sesuai dengan aturan penerbangan. Agar tak cairan tak tumpah, bungkuslah bibir botol dengan plastik sebelum ditutup.

Kenapa harus bawa yang 600 ml kalau kita hanya membutuhkan 100 ml?

 

7. Untuk Backpacker: Baju Tidur adalah Baju Esok Hari.

Bagi para ‘backpacker’ yang sangat mengandalkan kepraktisan saat melakukan perjalanan, satu tip yang bisa membantu mengurangi jumlah baju bawaan adalah sehabis mandi sore atau malam, gunakan pakaian bersih yang akan digunakan seharian esok. Dengan demikian kita tidak perlu membawa baju tidur tambahan. Atau, gunakan satu baju tidur untuk bermalam-malam lalu cuci.

 

8. Sport Bra dan Bikini Punya Fungsi yang Sama

Apabila destinasi utama perjalanan Anda adalah daerah pantai, maka menyiasati agar tak membawa terlalu banyak baju renang dan bra, saling-silangkan penggunaan keduanya. Sport bra bisa menjadi pakaian renang, sedangkan bikini bisa menjadi pakaian dalam. Pilihlah corak yang netral. Sama seperti bikini, sport bra lebih mudah dikemas karena tidak menggunakan kawat yang membatasi pelipatan. Hal yang sama juga bisa diterapkan untuk pakaian dalam dan renang laki-laki.

 

9. Pertolongan Pertama Pada Pakaian Kotor

Kantong plastik atau wadah baju terbuat dari bahan sintetis bisa menjadi wadah baju kotor yang sanggup menahan bau agar tak menyebar. Untuk mengurangi bau, pakaian kotor, bisa sesekali dijemur di bawah matahari. Trik lainnya, jika jumlah pakaian kotor sedikit, bisa mencuci dengan sabun atau sampo di washtafel.

 

Kalau Anda tak terlalu rewel dengan kualitas jasa pencucian, belakangan ‘laundry’ kiloan yang menawarkan harga lebih murah kian menjamur, terutama di area wisata. Ini bisa menjadi alternatif untuk baju kotor.

 

Bukan dilipat, melainkan digulung

 

10. Bukan Dilipat, Melainkan digulung.

Agar ruang di tas atau koper lebih lapang, maka pakaian yang dibawa sebaiknya digulung. Dengan menggulung, selain mudah menemukan pakaian yang dibutuhkan, juga membuat isi tas jadi padat dan beban terdistribusi dengan baik.

Untuk pakaian tertentu yang mudah kusut, Anda bisa melipatnya seperri biasa, lalu masukkan ke kantong plastic satuan yang sering digunakan jasa pencucian.

 

11. Menata dengan Plastic Cube

Untuk memudahkan penataan dan pencarian barang-barang di tas atau koper, gunakan plastic cube. Wadah-wadah ini membantu kita mengorganisasikan barang dengan lebih baik sesuai fungsi; atasan, bawahan, pakaian dalam, hingga toiletries. Sekarang ukuran plastic cube kian beragam, disesuaikan dengan durasi perjalanan, mulai dari harian, 2 mingguan, hingga satu bulan!

 

12. Beli di Jalan!

Jalan-jalan identik dengan belanja. Untuk barang-barang kebutuhan utama yang sebenarnya bisa ditemukan di mana pun, tak perlu membawanya dari tanah air. Bawalah barang kurang dari yang dibutuhkan lalu penuhi sewaktu di tujuan, misalnya peralatan mandi, pelembap, lotion, atau tisu basah. Selain berkesempatan mencobai produk lokal, biasanya produk tersebut juga telah disesuaikan dengan iklim dan kebutuhan lokal. Tak perlu juga membawa banyak pakaian kalau Anda punya kecenderungan belanja pakaian. Jadikan barang-barang yang dibeli selama perjalanan sebagi barang-barang yang juga dibutuhkan selama perjalanan itu.

Kebutuhan setiap orang di perjalanan memang relatif. Kuncinya adalah membawa barang yang tepat dan memang sangat dibutuhkan. Hal yang justru harus diingat adalah—terutama bila melakukan perjalanan bersama teman—kita bertanggung jawab atas barang bawaan kita dan tak semua destinasi menawarkan jasa porter.

Selamat berjalan!

Travel Info

Travel to exciting places in the world for FREE with ANZ Travel Card! ANZ Travel Card memberikan perhitungan mileage yang kompetitif sehingga Anda bisa mengumpulkan ANZ Mileage dengan lebih cepat. Penukaran ANZ Mileage pun fleksibel, selain maskapai penerbangan, bisa juga ditukarkan dengan voucher akomodasi dan travel agent. Melalui program Travel and Redeem, Anda juga bisa menggunakan ANZ Mileage untuk membayar tagihan perjalanan. Bepergian GRATIS keliling dunia makin mudah dicapai dengan ANZ Travel Card. Segera ajukan aplikasi online di sini.

Tentang Penulis

Murni Amalia

Murni Amalia (Mumun) adalah salah satu dari duo di balik blog www.indohoy.com. Selain itu kisah-kisah perjalanannya bisa diikuti di www.iwashere.id dan www.wewerehere.id. Follow juga instagram @iwashere_id untuk mendapatkan kisah-kisah perjalanan mini Mumun menjelajah Indonesia.


Semua Foto Milik Murni Amalia
Blog http://indohoy.com | Twitter: @ | Instagram: @iwashere_id

Garuda Indonesia

What's your
Next destination?

Kontributor

Murni Amalia

Murni Amalia (Mumun) adalah salah satu dari duo di balik blog www.indohoy.com. Selain itu kisah-kisah perjalanannya bisa diikuti di www.iwashere.id dan www.wewerehere.id. Follow juga instagram @iwashere_id untuk mendapatkan kisah-kisah perjalanan mini Mumun menjelajah Indonesia.

Murni Amalia

Murni Amalia (Mumun) adalah salah satu dari duo di balik blog www.indohoy.com. Selain itu kisah-kisah perjalanannya bisa diikuti di www.iwashere.id dan www.wewerehere.id. Follow juga instagram @iwashere_id untuk mendapatkan kisah-kisah perjalanan mini Mumun menjelajah Indonesia.

Murni Amalia

Murni Amalia (Mumun) adalah salah satu dari duo di balik blog www.indohoy.com. Selain itu kisah-kisah perjalanannya bisa diikuti di www.iwashere.id dan www.wewerehere.id. Follow juga instagram @iwashere_id untuk mendapatkan kisah-kisah perjalanan mini Mumun menjelajah Indonesia.

Windy Ariesanty

Windy Ariesanty adalah seorang pencerita dan penulis perjalanan. Selain di www.windyariestanty.com, kisah-kisah perjalanannya bisa diikuti di www.iwashere.id dan www.wewerehere.id. Follow juga instagram @windy_ariestanty dan @iwashere_id untuk mendapatkan kisah-kisah perjalanan mini yang menarik.