Travel Blog

Masukkan jumlah pembelanjaan Anda bulan ini

Travel Blog / Traveling / Mewujudkan Perjalanan Impian Bersama Keluarga


Traveling 08 / 06 / 2015

Mewujudkan Perjalanan Impian Bersama Keluarga

Diposkan oleh : Administrator

Oleh: @tesyablog

 

Jauh sebelum menikah, saya dan suami sama-sama pencinta traveling. Destinasi impian kami berdua berbeda. Namun, sebagaimana pepatah “Travel begins with a dream”, menjalani kehidupan sebagai keluarga pun kami mulai dengan impian. Impian kami adalah melakukan perjalanan-perjalanan, tidak hanya berdua, tetapi bersama dengan anak-anak kami.

            Tantangan melakukan perjalanan bersama keluarga memang beragam. Mulai dari alokasi biaya yang tak sedikit, fisik yang prima, memilih destinasi liburan, sampai dengan waktu berlibur. Namun semua “tantangan” itu sepadan dengan kesenangan yang kami dapatkan. Liburan bersama keluarga menjadi sesuatu yang selalu kami tunggu-tunggu karena membuat semua anggota keluarga tumbuh dan saling belajar.

 new zealand

Having fun at Bronte Beach, Sydney

Why Travel with Family is An Enriching Experience

“Bun, kenapa aku enggak pernah lihat toilet seperti ini di Jakarta?” tanya Najmi, anak saya yang ketika itu berusia 6 tahun selagi mengantre di depan automatic toilet di kota Queenstown, New Zealand. Saat itu kami ingin ganti baju setelah bermain di Danau Wakatipu yang indah.

Saya jawab jujur, “New Zealand negara maju, Kak, karena itu mereka punya toilet modern.  Kalau kamu mau Indonesia juga jadi negara maju, sekolah yang betul supaya jadi anak pintar. Nanti Kakak buat Indonesia jadi negara maju, ya!”

Membawa kedua anak kami melihat Indonesia dan dunia membuat mereka belajar dari apa yang dilihat dan rasakan. Sewaktu melakukan roadtrip dari Sydney ke Newcastle, Australia, mereka melihat betapa bersihnya jalanan dan pantai. Sedangkan ketika berada di cable car di Langkawi, mereka melihat betapa terawatnya hutan yang membentang di bawah sana. Kami selalu ingatkan mereka bahwa kita semua berkewajiban menjaga alam Indonesia seperti yang mereka lihat di negara lain.

Dari perjalanan, yang paling penting, anak-anak belajar mengenai perbedaan. Ketika bermain di playground dengan anak-anak dari bangsa lain, mereka melihat perbedaan warna kulit dan rambut. Mereka juga mengerti bahwa bahasa yang digunakan tidak sama, namun mereka dapat berkomunikasi ketika menggunakan bahasa Inggris.

First hand experience yang kami alami bersama anak-anak ketika traveling merupakan pengalaman berharga. Kedua anak kami belajar makan di atas daun untuk pertama kalinya ketika mampir di Nasi Jamblang Ibu Nur di Cirebon. Mereka belajar menyalakan api unggun dengan terlebih dulu mencari buah damar di dalam hutan ketika berkemah di Tanakita Sukabumi. Arkan, anak kedua kami menceritakan pengalaman masuk hutan dan pengetahuan barunya dengan berapi-api kepada saya, “Kata Om tadi, kalau menggunakan buah damar, asap api unggunnya enggak akan bau.”

Kami percaya, they will not remember the details, but they will never forget the experience.

 sydney harbor

Sydney Harbour Bridge

Pemilihan Destinasi Wisata

Ini yang sering ditanya oleh teman-teman dan pembaca blog saya, “Enaknya bawa anak liburan ke mana, ya?”

Saya biasanya akan menjawab dengan pertanyaan, “Anak-anaknya suka apa?”

Untuk saya dan suami, apa yang menjadi kesukaan anak-anak selalu menjadi faktor pertimbangan utama dalam memilih destinasi. Kedua anak kami adalah big fans of the beach karena itu pemilihan tempat berlibur selalu ada unsur airnya.

Ketika berada di Hong Kong yang terkenal dengan wisata belanjanya, kami sama sekali tidak mampir di street market yang merupakan salah satu “must visit place” di Hong Kong. Shopping mall hanya kami kunjungi satu kali, itu pun karena terdapat toko mainan besar bernama Toys R Us di dalamnya. Kami memilih naik ferry selama satu jam dari Hong Kong ke Pulau Cheung Chau untuk bermain di pantai yang berombak kecil.

Pemilihan destinasi wisata untuk liburan keluarga sudah bukan berdasarkan apa yang kami suka, melainkan apa yang anak-anak suka. Yang terpenting, ketika anak-anak happy, kami pun bisa menikmati family time dengan lebih maksimal.

 tanakita

Mencari buah damar ketika camping di Tanakita, Sukabumi untuk menyalakan api unggun

Merencanakan Liburan Keluarga

Untuk saya dan suami, merencanakan liburan keluarga tidak sama dengan ketika kami pergi berlibur berdua. Semuanya harus direncanakan dengan lebih matang.

  1. Alokasi Bujet untuk Liburan Keluarga

“Family traveling itu mahal,” kata orang. Saya mengakui ini memang benar. Menggunakan hitungan Matematika sederhana saja, bila kami akan melakukan perjalanan bersama dua anak kami, maka bujet liburan harus dikali empat. Namun, liburan keluarga bukan tidak mungkin dilakukan. Untuk kami kuncinya adalah alokasi bujet.

Setiap keluarga pasti memiliki cara yang berbeda mendanai liburannya. Untuk saya dan suami, kami mengalokasikan bujet liburan dari bonus akhir tahun. Dengan cara ini, biaya liburan tidak mengganggu pengeluaran bulanan maupun pos anggaran lainnya.

Alokasi bujet sangat penting, khususnya untuk liburan ke destinasi yang jauh karena memerlukan bujet lebih besar. Misalnya sewaktu mewujudkan mimpi traveling kami mengunjungi New Zealand pada Desember 2013. Untuk perjalanan impian itu alokasi bujet kami adalah sebagai berikut:

-       Membeli tiket pesawat pada Desember 2012, menggunakan bonus akhir tahun 2012.

-       Memesan penginapan dengan opsi “pay later” yang mana pembayaran dapat dilakukan setelah kami check-in di hotel.

-       Menggunakan alokasi dari bonus akhir tahun 2013 untuk biaya harian di New Zealand, termasuk biaya sewa mobil dan hotel.

Hal yang sama kami lakukan ketika merencanakan liburan akhir tahun Desember 2014 ke Sydney. Kami membeli tiket satu tahun di muka menggunakan bonus akhir tahun 2013. Namun bedanya, kami mengalokasikan dana khusus dari THR untuk mengajukan visa. Biaya visa Australia cukup mahal, sekitar Rp 1,7 juta per orang. Karena jumlahnya yang besar, kami perlu mengalokasikan dana khusus. Sedangkan visa New Zealand diajukan untuk per keluarga dengan biaya Rp 1,7 juta.

lake pukaki

Piknik di pinggiran Lake Pukaki New Zealand

  1. Mengumpulkan Poin Kartu Kredit

Saya paling suka jika semua pembayaran atas pengeluaran harian ataupun bulanan bisa dilakukan menggunakan kartu kredit. Dari mulai isi bensin, belanja di supermarket, makan di restoran, hingga pembayaran telepon bulanan, saya membayar dengan kartu kredit. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan poin credit card yang dapat ditukar dengan poin mileage keanggotaan airlines tertentu. Misalnya saja ditukar menjadi poin Garuda Miles dari Garuda Indonesia ataupun poin kartu BIG dari Air Asia.

Kami pernah berlibur ke Belitung dengan hanya membayar airport tax untuk empat orang sebesar Rp600 ribu. Sedangkan tiket pesawat Jakarta-Belitung PP kami dapatkan gratis dengan menukar mileage Garuda Miles yang dikumpulkan dari poin belanja.

Begitu juga sewaktu mengajak anak-anak bermain ke Batu Secret Zoo di Malang. Kami hanya membeli tiket pergi Jakarta ke Surabaya, dengan pertimbangan lebih banyak tiket promo tujuan Jakarta ke Surabaya. Kemudian kami sewa mobil untuk perjalanan dari Bandara Juanda ke kota Malang. Empat tiket pesawat pulang dari Malang ke Jakarta kami dapatkan dengan cara menukar mileage keanggotaan Garuda Miles.

Biaya tiket pesawat untuk liburan dengan keluarga bisa mencapai 40% dari total biaya liburan. Dengan mendapatkan tiket gratis dari poin kartu kredit, kami bisa berhemat banyak dan ini berarti bisa liburan lebih sering. Asyik, kan? Travel never felt so good!

 

Buat Peraturan dengan Anak

Hal yang paling sering membuat kami overbudget adalah ketika anak-anak minta mainan! Karena itu, kami selalu membuat peraturan mengenai acara belanja mainan ini.

Sedari awal, bujet membeli mainan sudah kami masukkan ke biaya liburan keseluruhan. Kami juga menginformasikan kepada anak-anak berapa maksimal plafon yang dapat mereka gunakan.

Misalnya, kami mengalokasikan bujet belanja AUD50 untuk tiap anak ketika liburan ke Sydney. Mereka menggunakannya untuk membeli mainan, topi bertuliskan Australia, dan boneka koala serta kangguru.

Kami sampaikan bahwa biaya liburan keluarga khususnya tiket pesawat dan hotel tidaklah murah karena itu kami minta mereka memilih barang yang benar-benar mereka sukai.

Buatlah Bujet Secara Rinci dan Tulis Pengeluaran Harian Selama Liburan

Saya yakin banyak keluarga membuat rencana detail sebelum liburan karena harus menyiapkan sejumlah uang untuk perjalanan. Namun, tidak semua keluarga disiplin mencatat pengeluaran harian. Menulis pengeluaran setiap hari untuk sebagian orang mungkin akan merusak “mood liburan”. Untuk kami, inilah cara agar tidak melebihi bujet liburan yang sudah kami susun.

Misalnya, kami menetapkan biaya SGD100 per-hari untuk liburan keluarga ke Singapura. Kami memastikan biaya tersebut cukup untuk makan tiga kali, jajan, dan top up pulsa kartu ez-link jika dibutuhkan. Pembelian air mineral, permen atau apa pun kami tulis di smartphone setiap hari.

 

Perencanaan yang matang dan disiplin dengan anggaran yang sudah ditetapkan, membuktikan bahwa liburan keluarga dengan biaya hemat sangat mungkin dilakukan. Bahkan lebih mudah sekaligus mengayakan daripada yang disadari kebanyakan orang. Dunia kian mengecil sementara anak-anak kita terus tumbuh. Salah satu cara terbaik untuk menyiapkan mereka menjadi warga negara dunia adalah melalui perjalanan. Jangan menunda karena kita tak bisa mengulang waktu untuk menciptakan lebih banyak kenangan berharga bersama mereka. It’s time to make your family’s dream travel comes true.

 

Travel Info

Lengkapi perjalanan bisnis Anda dengan ANZ Travel Card yang memberikan perhitungan mileage kompetitif, pilihan penukaran mileage yang fleksibel dan keistimewaan perjalanan lainnya seperti akses airport lounge di hingga 56 negara, komplimen makanan dan minuman di semua Starbucks airport bandara Indonesia dan asuransi perjalanan. Aplikasi online ANZ Travel Card bisa dilakukan di sini.

 

Tentang Penulis

@tesyasblog menceritakan liburan keluarganya melalui dua travel blog yang ia tulis www.tesyasblog.com (dalam bahasa Inggris) dan www.tesyaskinderen.com (dalam bahasa Indonesia). Ia sudah mengeluarkan dua buku, yaitu Family Backpacking Singapura dan Malaysia serta Family Backpacking Hong Kong yang ia tulis bersama Olenka Priyadarsani dan Deasy Herlangga. Melalui buku dan tulisan di blog, Tesya ingin membantu keluarga Indonesia mewujudkan mimpi traveling mereka.

Semua foto milik @tesyablog

Hemat s.d Rp200.000

What's your
Next destination?

Kontributor

Murni Amalia

Murni Amalia (Mumun) adalah salah satu dari duo di balik blog www.indohoy.com. Selain itu kisah-kisah perjalanannya bisa diikuti di www.iwashere.id dan www.wewerehere.id. Follow juga instagram @iwashere_id untuk mendapatkan kisah-kisah perjalanan mini Mumun menjelajah Indonesia.

Murni Amalia

Murni Amalia (Mumun) adalah salah satu dari duo di balik blog www.indohoy.com. Selain itu kisah-kisah perjalanannya bisa diikuti di www.iwashere.id dan www.wewerehere.id. Follow juga instagram @iwashere_id untuk mendapatkan kisah-kisah perjalanan mini Mumun menjelajah Indonesia.

Murni Amalia

Murni Amalia (Mumun) adalah salah satu dari duo di balik blog www.indohoy.com. Selain itu kisah-kisah perjalanannya bisa diikuti di www.iwashere.id dan www.wewerehere.id. Follow juga instagram @iwashere_id untuk mendapatkan kisah-kisah perjalanan mini Mumun menjelajah Indonesia.

Murni Amalia

Murni Amalia (Mumun) adalah salah satu dari duo di balik blog www.indohoy.com. Selain itu kisah-kisah perjalanannya bisa diikuti di www.iwashere.id dan www.wewerehere.id. Follow juga instagram @iwashere_id untuk mendapatkan kisah-kisah perjalanan mini Mumun menjelajah Indonesia.