Travel Blog

Masukkan jumlah pembelanjaan Anda bulan ini

Travel Blog / Traveling / Esai foto “Kami Indonesia”


Traveling 21 / 08 / 2017

Esai foto “Kami Indonesia”

Diposkan oleh : Administrator

Fotografer: Philardi Ogi

Pesona Indonesia tak hanya terletak pada keelokan alamnya, tetapi juga manusianya. “Kami Indonesia” adalah potret-potret manusia Indonesia yang berada di berbagai daerah, mulai dari Desa Wae Rebo hingga Desa Pallawa di Tanah Toraja. Menyaksikan wajah-wajah mereka mengingatkan kita bahwa Indonesia memang dibangun atas dasar perbedaan. Dan itu yang mengayakan kita sebagai sebuah bangsa.

 

 

Menjemur Kopi – Rita menjemur kopi Arabika di pelataran rumahnya di Desa Wae Rebo, Flores Nusa Tenggara  Timur. Selain terkenal dengan bentuk dan arsitektur rumah tradisional Niang yang unik, Wae Rebo juga terkenal dengan kopinya. Berada di ketinggian lebih dari 1000 mdpl menjadikan Wae Rebo memiliki iklim yang cocok untuk bertanam kopi. Biasanya pada hari Minggu, kopi dibawa ke Pasar Kongo Desa Denge untuk dijual atau ditukar dengan kebutuhan sehari-hari. Untuk mencapai desa adat Wae Rebo yang dianugerahi Award of Excellence  oleh UNESCO Asia-Pacific Heritage Award for Cultural Heritage Conservation ini, kita harus berjalan kaki menyusuri punggung gunung selama 4 jam.

 

 

Pencari Kerang Hias - Ruben, dari Desa Perobatang Sumba adalah seorang nelayan yang juga berprofesi sebagai pencari kerang hias. Dalam tiga jam, ia berhasil mengumpulkan rata-rata 3kg kerang hias yang dijual seharga Rp27.000 di pasar. Ruben biasanya mulai mencari kerang pada pukul enam hingga sembilan pagi seusai melaut. “Laut pada malam hari lebih bersahabat untuk kami para nelayan menangkap ikan,” katanya.

 

 

 

Sang Pengabdi - “Kuncoro Pawoko, nama pemberian kanjeng Sultan,” ceritanya bangga. Kuncoro Pawoko sudah menjadi abdi dalem Keraton Jogjakarta sejak 1988 ketika berusia 39 tahun. Sebelumnya ia bekerja serabutan sebagai kuli bangunan dari kota satu ke kota lainnya di Pulau Jawa. “Dulu saya pernah menjadi kuli sampai Bekasi, tapi uang yang didapat hanya bisa untuk makan sehari-hari, tak pernah bisa dibawa pulang. Semenjak menjadi abdi dalem, saya hidup lebih tenteram,” ujarnya diiringi senyum lebar.

 

 

Perempuan dari Pallawa - Nek Sandy berasal dari Desa Pallawa, salah satu desa adat di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Desa yang terletak di kaki Gunung Sesean ini memiliki keunikan berupa barisan rumah tradisional Tongkonan yang terjaga selama ratusan tahun. Tongkonan dihiasi tanduk kerbau serta ukiran khas Toraja menandakan status ekonomi pemilik rumah.

 

 

Mengintip Komodo - Seorang anak mengintip malu-malu dari jendela sebuah rumah yang terbuat dari seng di perkampungan kecil, Pulau Komodo, Flores, Nusa Tenggara Timur. Kampung yang disebut Kampung Komodo ini dihuni oleh 300 warga. Sebagian besar dari penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Dengan mulai ramainya Pulau Komodo dikunjungi wisatawan, beberapa warga pun beralih profesi sebagai pembuat kerajiinan yang dijual kepada turis sebagai buah tangan.

 

 

Tentang kontributor

Philardi Ogi sehari hari bekerja di bidang CSR perusahaan otomotif. Ia gemar mencuri waktu pada akhir pekan untuk traveling. Berinteraksi dengan manusia-manusia di pelosok nusantara dan berburu kuliner khas daerah menjadi tujuan perjalanannya. Cerita-cerita dan foto-foto perjalanannya dituangkan dalam www.mainmakan.com dan instagram @philardi

THE WESTIN RESORT NUSA DUA

What's your
Next destination?

Kontributor

Windy Ariesanty

Windy Ariesanty adalah seorang pencerita dan penulis perjalanan. Selain di www.windyariestanty.com, kisah-kisah perjalanannya bisa diikuti di www.iwashere.id dan www.wewerehere.id. Follow juga instagram @windy_ariestanty dan @iwashere_id untuk mendapatkan kisah-kisah perjalanan mini yang menarik.

Windy Ariesanty

Windy Ariesanty adalah seorang pencerita dan penulis perjalanan. Selain di www.windyariestanty.com, kisah-kisah perjalanannya bisa diikuti di www.iwashere.id dan www.wewerehere.id. Follow juga instagram @windy_ariestanty dan @iwashere_id untuk mendapatkan kisah-kisah perjalanan mini yang menarik.

Murni Amalia

Murni Amalia (Mumun) adalah salah satu dari duo di balik blog www.indohoy.com. Selain itu kisah-kisah perjalanannya bisa diikuti di www.iwashere.id dan www.wewerehere.id. Follow juga instagram @iwashere_id untuk mendapatkan kisah-kisah perjalanan mini Mumun menjelajah Indonesia.

Murni Amalia

Murni Amalia (Mumun) adalah salah satu dari duo di balik blog www.indohoy.com. Selain itu kisah-kisah perjalanannya bisa diikuti di www.iwashere.id dan www.wewerehere.id. Follow juga instagram @iwashere_id untuk mendapatkan kisah-kisah perjalanan mini Mumun menjelajah Indonesia.