Travel Blog

Masukkan jumlah pembelanjaan Anda bulan ini

Travel Blog / Traveling / ANZ Travel Card, Kawan Baik dalam Perjalanan Saya.


Traveling 30 / 03 / 2017

ANZ Travel Card, Kawan Baik dalam Perjalanan Saya.

Diposkan oleh : Administrator

Saya pantang jalan-jalan sambil ngutang. Di mana letak kesenangan liburan kalau setelahnya pontang-panting bayar tunggakan?

 

“Berarti kamu nggak pakai kartu kredit, dong, pas jalan-jalan?” tanya seorang teman sewaktu saya ceritakan aturan mendasar yang saya buat untuk diri sendiri ketika jalan-jalan.

“Pakai, kok,” jawab saya.

“Tadi katanya nggak mau ngutang,” sambarnya.

Banyak yang mengira kalau pakai kartu kredit itu sama dengan berutang. Tidak salah, sih, kalau memang tujuan menggunakannya untuk berutang. Tapi, kalau saya, saya menggunakan kartu kredit justru untuk mendapatkan beberapa keuntungan dan keistimewaan yang ditawarkannya. Menggunakan ANZ Travel Card tidak lantas menjadikan saya suka jalan-jalan sambil menimbun utang. Seluruh dana perjalanan telah saya siapkan, hanya saja saya bayarkan setelah tagihan keluar. Tepat waktu dan tak mau menunggak.

Kenapa pakai ANZ Travel Card bukan yang lainnya? Berikut beberapa alasan sederhana saya.

 

Mileage Bebas Kedaluwarsa

Karena kartu kredit yang ini memang diciptakan untuk mereka yang suka bepergian. Setiap transaksi hariannya dikonversi menjadi mileage, yang tentu saja buat si kaki gatal seperti saya ini adalah keuntungan besar. Ini seperti menabung tanpa merasa menabung untuk bisa lebih kerap jalan-jalan.

Mileage ANZ Travel Card saya sudah cukup untuk tiket penerbangan Jakarta-Singapura dari sebuah maskapai asing. Namun, karena bukan itu destinasi incaran saya, maka saya tidak menukarkannya sama sekali. Senangnya, saya tidak cemas kalau mileage saya akan hangus. ANZ Travel Card berbeda dengan kartu-kartu lain yang memiliki masa kedaluwarsa untuk mileage yang diberikan. Buat saya, kalau seperti itu sama saja bohong. Untuk melakukan perjalanan, kan, kita tidak sekadar bermodal tiket, tetapi juga punya dana yang cukup agar perjalanan yang dilakukan lebih nyaman dan yang terpenting ‘nggak maksain’ jalan-jalan dengan modal utang gara-gara khawatir mileage hangus.

 

Kouang si waterfall adalah air terjun terindang di Luang Prabang. Selain air terjun bertingkatnya berwarna biru susu, hutan di air terjun ini juga sangat indah, seperti gambar-gambar di kalender.

Cicilan dan Bunga Nol Persen

Saya pernah belanja tiket pesawat lewat sebuah situs e-commerce penyedia tiket perjalanan. Tagihannya cukup besar. Uang untuk tiketnya sudah saya siapkan semua untuk dibayarkan ketika tagihan muncul.

            Ketika akan melakukan transaksi pembayaran, ternyata ada opsi bagi pemegang kartu kredit ANZ. Transaksi saya bisa diubah menjadi cicilan dengan opsi 3 bulan, 6 bulan, atau satu tahun. Untuk tenor tertentu, bahkan tersedia cicilan dengan bunga nol persen! Tanpa pikir panjang, saya manfaatkan fasilitas cicilan tersebut.

            Apa bedanya? Toh, uang sudah saya siapkan, perjalanan saya masih tahun depan. Beberapa bulan sebelum keberangkatan, semua tagihan pembelian tiket sudah bisa saya lunasi. Tentu saja ini juga menuntut kedisiplinan dari si pemegang agar tak menunggak kalau uang memang sudah disiapkan.

 

Chefchaouen adalah desa di sela kaki pegunungan Rif. Desa berwarna biru ini dikenal sebagai salah satu tempat yang paling tenang di Maroko

 

Bukan Satu, Melainkan Dua

Menunggu adalah bagian dari setiap perjalanan. Apalagi kalau kita akan melakukan penerbangan internasional yang menuntut tiba 2 jam lebih awal di bandara atau mendapatkan penerbangan yang durasi transitnya panjang.

            Belakangan, semakin banyak bandara mempercantik diri. Tahu bahwa ia bukan lagi sekadar pintu keluar-masuk, melainkan bagian dari perjalanan para penumpang. Banyak kafe atau kedai kopi bertebaran di terminal keberangkatan, dan menunggu di kedai kopi menjadi kesenangan tersendiri. Kita bisa membaca buku atau meneruskan pekerjaan yang tertunda di sana. Saya sendiri paling suka menulis di kedai kopi sembari menunggu pesawat.

            Sejak menggunakan ANZ Travel Card, kemewahan menunggu ini juga saya dapatkan. Kartu saya memberikan complimentary, bukan satu melainkan dua minuman bila menunjukkan kartu dan boarding pass saya.

            Saya ingat, ketika saya mendapatkan complimentary ini, dua orang yang mengantre sebelum dan sesudah saya di kedai kopi mencolek dan bertanya, “Kamu pakai kartu apa, sih, kok, dapat dua dan nggak bayar?”

            Dengan senyum penuh kemenangan, saya menunjukkan ANZ Travel Card hitam saya.

 

U Bien Bridge, Amanpura, mandalay, adalah jembatan kayu terpanjang dan tertua di dunia yang membentang di atas danau Taungthaman. Paling menarik dinikmati ketika matahari terbit atau terbenam.

 

Nilai Tukar Kompetitif

Ketika berada di luar negeri, saran saya memang kita sebaiknya berhenti mengonversi setiap transaksi yang dilakukan ke rupiah.

            Kenapa? Sumpah, itu melelahkan dan bikin kesenangan dalam berjalan jadi berkurang. Setiap kali mau beli ini-itu, yang dihitung nilai dalam rupiah. Akibatnya, semua terasa mahal, kan?

            Namun, saya juga sadar hal ini tak terhindarkan. Memegang kartu kredit yang menerapkan nilai tukar kompetitif adalah salah satu cara agar tak terjebak dengan hal-hal seperti ini.

 

Ibarat mencari kawan yang tepat dalam sebuah perjalanan, begitu pula dengan memilih kartu kredit. Yang baik adalah yang memudahkan kita, tak hanya di perjalanan, melainkan juga sebelum dan sesudah perjalanan itu.

Tentang Penulis

Windy Ariesanty

Windy Ariesanty adalah seorang pencerita dan penulis perjalanan. Selain di www.windyariestanty.com, kisah-kisah perjalanannya bisa diikuti di www.iwashere.id dan www.wewerehere.id. Follow juga instagram @windy_ariestanty dan @iwashere_id untuk mendapatkan kisah-kisah perjalanan mini yang menarik.


Semua Foto Milik Windy Ariesanty
Blog http://windyariestanty.com/ | Twitter: @ | Instagram: @https://www.instagram.com/windy_ariestan

Hemat s.d Rp200.000

What's your
Next destination?

Kontributor

Murni Amalia

Murni Amalia (Mumun) adalah salah satu dari duo di balik blog www.indohoy.com. Selain itu kisah-kisah perjalanannya bisa diikuti di www.iwashere.id dan www.wewerehere.id. Follow juga instagram @iwashere_id untuk mendapatkan kisah-kisah perjalanan mini Mumun menjelajah Indonesia.

Murni Amalia

Murni Amalia (Mumun) adalah salah satu dari duo di balik blog www.indohoy.com. Selain itu kisah-kisah perjalanannya bisa diikuti di www.iwashere.id dan www.wewerehere.id. Follow juga instagram @iwashere_id untuk mendapatkan kisah-kisah perjalanan mini Mumun menjelajah Indonesia.

Murni Amalia

Murni Amalia (Mumun) adalah salah satu dari duo di balik blog www.indohoy.com. Selain itu kisah-kisah perjalanannya bisa diikuti di www.iwashere.id dan www.wewerehere.id. Follow juga instagram @iwashere_id untuk mendapatkan kisah-kisah perjalanan mini Mumun menjelajah Indonesia.

Murni Amalia

Murni Amalia (Mumun) adalah salah satu dari duo di balik blog www.indohoy.com. Selain itu kisah-kisah perjalanannya bisa diikuti di www.iwashere.id dan www.wewerehere.id. Follow juga instagram @iwashere_id untuk mendapatkan kisah-kisah perjalanan mini Mumun menjelajah Indonesia.